Kamis, 25 November 2010

TUGAS BLOG STABA

KELAINAN-KELAINAN FUNGSI OVARIUM


 

  1. Kelainan Menstruasi

Beberapa wanita yang infertil mempunyai siklus anovulatoir; mereka tidak mampu melakukan ovulasi, tetapi mempunyai masa menstruasi Yang intervalnya sangat teratur. Siklus anovulatoir seprti ini lazim terdapat pada1-2 tahun pertama menarche, dan sebelum menopause. Amenorrhoe adalah tidak adanya masa menstruasi. Bila pendarahan menstruasi tidak pernah terjadi, keadaan ini dinamakan amenorrhoe primer. Beberapa wanita dengan amenorrhoe primer mempunyai kelenjar susu yang kecil dan tanda-tanda kegagalan pematangan seksuil lainnya. Penghentian siklus pada wanita yang sebelumnya mempunyai periode normal dinamakan amenorrhoe sekunder. Penyebab tersering dari amenorrhoe sekunder adalah kehamilan, dan pribahasa klinik kuno mengatakan "amenorrhoe sekunder harus dianggap sebagai kehamilan sampai terbukti hal sebaliknya" mempunyai manfaat yang sangat banyak. Penyebab lain dari amenorrhoe adalah rangsangan emosi dan perubahan lingkungan, penyakit-penyakit hipotalamus, kelainan-kelainan hipofisis, kelainan ovarium primer, dan berbagai penyakit sistemik. Istilah oligomenorrhoe dan menorrhagia masing-masing menyatakan adanya jumlah darah menstruasi yang sedikit dan jumlah darah menstruasi yang banyaknya abnormal, selama masa yang teratur. Metrorrhagia adalah pendarahan dari uterus antara masa menstruasi. Dismenorrhoe adalah menstruasi yang sakit. Kejang menstruasi yang berat sering terjadi pada wanita muda sangat sering hilang setelah kehamilan pertama. Terdapat beberapa bukti bahwa dismenorrhea yang disebabkan karena penimbunan prostaglandin dalam uterus, danperbaikan simptomatik dapat dengan pengobatan dengan inhibitor sintetis prostaglandin.


 

  1. Sidroma Polikistik Ovarium

Penyebab Interfilitas dan amenorrhoe yang menarik adalah sindroma polokistik ovarium (sindroma Stein-Leventhal), suatu keadaan yang ditandai oleh penebalan kapsula ovarium dengan pembentukan kista folikuler multipel, biasanya pada kedua ovarium. Pengupasan kapsula pada ovarium biasanya paling sedikit menimbulkan perbaikan sementara, tetapi kapsula yang tebal bukan penyebab kegagaln ovulasi sebab reseksi jaringan ovarium berbentuk baji yang memberikan perbaikan yang efektif. Banyak penderita dengan polikistik ovarium juga mempunyai hirsutisme dan maskulinisasi moderat dan mengsekresi 17-ketosterold dalam jumlah yang lebih tinggi. Pada beberapa penderita, ekskresi 17-ketosterold normal tetapi kadar testosteron plasma meningkat. Persamaan antara ovarium kistik pad sindroma ini dan perubahan ovarium pada tikus yang memberikan androgen pada pada permulaan kehidupan postnatal adalah nyata, tetepai belum ada bukti bahwa pemberian yang sama menyebabkan ovarium kistik pada manusia.

  1. Tumor Ovarium

Tumor ovarium yang mengsekresi androgen dapat menyebabkan maskulinisasi, dan tumor ovarium yang mengsekresi esterogen pada anak-anak dapat menyebabkan perkembangan seksuil prekok. Tumor ovarium yang mengsekresi hormon jarang terjadi, dan tidak ada sindroma lain yang berhubungan dengan "hiperfungsi ovarium"


 

KESIMPULAN

    Selain factor genetikal penyakit pada ovarium disebabkan oleh ketidakbersihan organ wanita. Untuk menghindarinya segala penyakit kelamin khususnya organ kewanitaan, diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan organ kewanitaannya.


 

DAFTAR PUSTAKA

W.F. Ganong(1983).fisiologi kedokteran.EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar