Sabtu, 29 Januari 2011

MEDIA PEMBENIHAN

MACAM MEDIA PEMBENIHAN

1. Berdasarkan bentuk :

    a. Media Padat :

- akibat penambahan agar (dari Algae-gelidium) : agar tegak, agar miring, agar lempeng

    - Untuk melihat pertumbuhan/koloni

    b. Media Cair :

    - Cair, tanpa penambahan agar tetapi mengandung broth

    - Untuk media penyubur, media uji biokimia

    - Untuk melihat morfologi & susunan kuman

    c. Media Semi Padat

    - Media yang pemadatnya 50% atau kurang

    - Untuk uji gerak

2. Berdasarkan Susunannya

a. Media Alami

Tersusun dari bahan-bahan alami seperti : daging, telur, kentang dsb

b. Media Sintetik

Dibuat sintetik dari bahan kimia

c. Media Semisintetik

Tersusun dari bahan alami & sintetis, misalnya : AN t/d ekstrak daging sapi, pepton, NaCl, agar & aquadest

3. Berdasarkan Sifatnya :

a. Media Umum

Media untuk pertumbuhan 1 atau lebih mikroba.

Contoh : Agar Nutrien (AN)

b. Media Pengaya

Media untuk menumbuhkan > cepat suatu jenis

atau kelompok bakteri yang tumbuh bersama bakteri

lain pada suatu bahan pemeriksaan. Misal : Kaldu selenit

untuk S.typhi dari tinja.

c. Media Penguji

Pengujian senyawa/benda tertentu dengan mikroba. Misal : Penguji vitamin, antibiotika, residu pestisida

d. Media Perhitungan

Media untuk menghitung jumlah mikroba pada

suatu bahan, dapat berupa media umum,

selektif atau deferensial. Misal : PCA

e. Media Deferensial

Membedakan kelompok-kelompok mikro yang

berhubungan. Media diberi senyawa kimia tertentu

diinokulasi diinkubasi suatu perubahan khas

pada penampakan pertumbuhan koloni atau pada

media di sekitar koloni. Misal : AD, MSA, MC

f. Media Selektif

Hanya menumbuhkan bakteri tertentu &

menekan pertumbuhan kuman lain isolasi

kelompok bakteri tertentu. Misal : SSA, MSA, BSA

(Bismuth Sulfit Agar)

g. Media Transport

Berfungsi untuk transportasi & memperkaya < 6

jam tapi ada beberapa kuman yang mutlak harus

menggunakan media ini. Misal : Ames untuk GO.

AP cholera,CTB entero, Buff.Fosfat umum

Kamis, 25 November 2010

TUGAS BLOG STABA

KELAINAN-KELAINAN FUNGSI OVARIUM


 

  1. Kelainan Menstruasi

Beberapa wanita yang infertil mempunyai siklus anovulatoir; mereka tidak mampu melakukan ovulasi, tetapi mempunyai masa menstruasi Yang intervalnya sangat teratur. Siklus anovulatoir seprti ini lazim terdapat pada1-2 tahun pertama menarche, dan sebelum menopause. Amenorrhoe adalah tidak adanya masa menstruasi. Bila pendarahan menstruasi tidak pernah terjadi, keadaan ini dinamakan amenorrhoe primer. Beberapa wanita dengan amenorrhoe primer mempunyai kelenjar susu yang kecil dan tanda-tanda kegagalan pematangan seksuil lainnya. Penghentian siklus pada wanita yang sebelumnya mempunyai periode normal dinamakan amenorrhoe sekunder. Penyebab tersering dari amenorrhoe sekunder adalah kehamilan, dan pribahasa klinik kuno mengatakan "amenorrhoe sekunder harus dianggap sebagai kehamilan sampai terbukti hal sebaliknya" mempunyai manfaat yang sangat banyak. Penyebab lain dari amenorrhoe adalah rangsangan emosi dan perubahan lingkungan, penyakit-penyakit hipotalamus, kelainan-kelainan hipofisis, kelainan ovarium primer, dan berbagai penyakit sistemik. Istilah oligomenorrhoe dan menorrhagia masing-masing menyatakan adanya jumlah darah menstruasi yang sedikit dan jumlah darah menstruasi yang banyaknya abnormal, selama masa yang teratur. Metrorrhagia adalah pendarahan dari uterus antara masa menstruasi. Dismenorrhoe adalah menstruasi yang sakit. Kejang menstruasi yang berat sering terjadi pada wanita muda sangat sering hilang setelah kehamilan pertama. Terdapat beberapa bukti bahwa dismenorrhea yang disebabkan karena penimbunan prostaglandin dalam uterus, danperbaikan simptomatik dapat dengan pengobatan dengan inhibitor sintetis prostaglandin.


 

  1. Sidroma Polikistik Ovarium

Penyebab Interfilitas dan amenorrhoe yang menarik adalah sindroma polokistik ovarium (sindroma Stein-Leventhal), suatu keadaan yang ditandai oleh penebalan kapsula ovarium dengan pembentukan kista folikuler multipel, biasanya pada kedua ovarium. Pengupasan kapsula pada ovarium biasanya paling sedikit menimbulkan perbaikan sementara, tetapi kapsula yang tebal bukan penyebab kegagaln ovulasi sebab reseksi jaringan ovarium berbentuk baji yang memberikan perbaikan yang efektif. Banyak penderita dengan polikistik ovarium juga mempunyai hirsutisme dan maskulinisasi moderat dan mengsekresi 17-ketosterold dalam jumlah yang lebih tinggi. Pada beberapa penderita, ekskresi 17-ketosterold normal tetapi kadar testosteron plasma meningkat. Persamaan antara ovarium kistik pad sindroma ini dan perubahan ovarium pada tikus yang memberikan androgen pada pada permulaan kehidupan postnatal adalah nyata, tetepai belum ada bukti bahwa pemberian yang sama menyebabkan ovarium kistik pada manusia.

  1. Tumor Ovarium

Tumor ovarium yang mengsekresi androgen dapat menyebabkan maskulinisasi, dan tumor ovarium yang mengsekresi esterogen pada anak-anak dapat menyebabkan perkembangan seksuil prekok. Tumor ovarium yang mengsekresi hormon jarang terjadi, dan tidak ada sindroma lain yang berhubungan dengan "hiperfungsi ovarium"


 

KESIMPULAN

    Selain factor genetikal penyakit pada ovarium disebabkan oleh ketidakbersihan organ wanita. Untuk menghindarinya segala penyakit kelamin khususnya organ kewanitaan, diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan organ kewanitaannya.


 

DAFTAR PUSTAKA

W.F. Ganong(1983).fisiologi kedokteran.EGC